Model Bahan Ajar Menulis Puisi di SMA
Berdasarkan hasil analisis lirik lagu grup band Sheila on 7 dalam album “Kisah Klasik untuk Masa Depan” maka dapat memberikan implikasi positif bagi pendidikan dan pengajaran. Adapun model bahan ajar menulis kreatif puisi di SMA berdasarkan hasil analisis lirik lagu grup band Sheila on 7 dalam album “Kisah Klasik untuk Masa Depan” di atas dapat dijelaskan sebagai berikut.
Satuan Sekolah : SMA
1) Standar Kompetensi : Menulis
8. Mengungkapkan pikiran, dan perasaan melalui kegiatan menulis puisi
2) Kompetensi Dasar : Menulis puisi baru dengan memperhatikan bait, irama dan rima
3) Indikator : Menganalisis unsur lahir puisi pada lirik lagu
Menganalisis unsur batin puisi pada lirik lagu
Menulis kreatif puisi dengan memperhatikan bait, irama dan rima
4) Tujuan Pembelajaran : Siswa mampu menganalisis unsur lahir pada lirik lagu
Siswa dapat menganalisis unsur batin pada lirik lagu
Siswa mampu menulis kreatif puisi dengan memperhatikan bait, irama dan rima
5) Materi Pembelajaran :
1. Pengertian Puisi
Puisi adalah adalah ragam sastra yang berusaha mengungkapkan pemikiran, gagasan dan perasaan penyair dengan bahasa yang padat, indah dan imajinatif.
2. Unsur Puisi
Sebuah puisi dibangun atas dua unsur yakni unsur lahir dan unsur batin. Beberapa ahli menyebut unsur lahir sebagai metode puisi dan unsur batin sebagai hakikat puisi. Lebih jelasnya kita akan bahas dalam uraian berikut.
a) Unsur Lahir (Metode Puisi)
Unsur lahir puisi adalah struktur fisik atau struktur luar dari puisi.. Unsur lahir yakni unsur estetik yang membangun struktur luar dari puisi. Unsur-unsur tersebut yakni:
1. diksi (diction)
2. imaji (imagery)
3. kata nyata (the concrete word)
4. majas (figurative language)
5. ritme dan rima (rhythm and rime)
b) Unsur Batin (Hakikat Puisi)
Unsur puisi berikutnya setelah unsur lahir adalah unsur batin. Unsur batin puisi adalah medium untuk mengungkapkan makna yang hendak penyair sampaikan.
Waluyo (1987: 106) menyebut “Ada empat unsur hakikat puisi, yakni: tema (sense), perasaan penyair (feeling), nada atau sikap penyair terhadap pembaca (tone) dan amanat (intention).”
3. Menulis Kreatif Puisi
Kurniawan dan Sutardi (2012: 39) mengungkapkan “Proses kreatif menulis puisi terdiri atas empat tahap, yaitu, penentuan ide, pengendapan, penulisan, serta editing dan revisi.” Empat proses tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut.
a) Pencarian Ide
Pada tahap ini penyair mencari ide/insprirasi untuk puisi yang akan ditulisnya. Ide itu bisa berasal dari pengalaman batin pribadi penulis seperti kegundahan, kekecewaan, kebahagian, dan lain sebagainya. Bisa juga berasal dari pengalaman orang lain atau berdasar peristiwa/kejadian yang menggugah, misal bencana alam. Salah satu kiat untuk mendapatkan ide adalah dengan sering membaca buku, berjalan-jalan melihat sekitar, menonton pertunjukan, drama, film, atau berdiskusi dengan orang lain.
b) Pengendapan atau Perenungan
Langkah berikutnya setelah ide didapatkan adalah dengan merenungkan atau mengendapkan ide tersebut. Pengendapan ini penting agar ide itu benar-benar matang. Proses pengendapan antara lain dilakukan dengan berkontemplasi dengan mengajukan berbagai pertanyaan. Misal, hendak dibawa kemana ide ini? Bagaimana penyajian kata-katanya? Bagaimana teknik penulisannya? Pertanyaan itu direnungkan baik-baik dan dicari jawabanya oleh diri sendiri.
c) Penulisan
Apabila ide itu sudah diendapkan maka saatnya dituliskan. Sebaiknya tidak ditunda-tunda, tulis apa yang ada dalam benak, jangan dulu direvisi. Biarkan tulisan itu mengalir. Jika buntu atau macet, maka berhentilah terlebih dahulu, istirahatkan pikiran, cari kegiatan yang bisa membuat pikiran lebih segar. Setelah pikiran segar, aktivitas menulis dilanjutkan.
d) Editing dan Revisi
Apabila sebuah puisi telah selesai ditulis, maka tahap berikutnya adalah melakukan editing dan revisi. Baca ulang puisi yang dibuat. Editing behubungan dengan aspek bahasa, dan tata tulis, sedangkan revisi berkaitan dengan isi dan substansi puisi.
Berikut lirik lagu Sheila on 7 Berjudul “Bila Kau Tak Disampingku” untuk dijadikan contoh menulis kreatif puisi dengan memperhatikan bait, tema, dan irama.
Bila Kau Tak Disampingku
Eross
Tak seharusnya kita terpisah
Tak semestinya kita bertengkar
Karna diriku masih butuh kau
Maafkanlah sikapku
Lupakanlah salahku… itu
Terlalu bodoh untuk diriku
Menahan berat jutaan rindu
Apalagi menahan egoku
Maafkanlah sikapku
Lupakanlah salahku…
Luapkan kepadaku…
Takkan kubiarkan kau menangis
Takkan kubiarkan kau terkikis
Terluka perasaan oleh semua ucapanku
Maafkanlah semua sifat kasarku
Bukan maksudku ‘tuk melukaimu
Aku hanyalah orang yang penuh rasa cemburu
Bila kau tak disampingku
Marilah kita analisis lirik lagu tersebut.
1) Berdasarkan Unsur Lahir Puisi
(1) Diksi
Penyair memilih kata yang akan digunakan untuk menuangkan pikiran dan perasaannaya dengan secermat mungkin agar puisi yang dihasilkan dapat mewakili makna batin yang ingin diungkapkannya.
Perbendaharaan kata dalam lirik lagu ini cukup sederhana. Penyair memilih kata untuk mengungkapkan pesan yang hendak yang disampaikannnya dengan cermat. Hal tersebut dapat dilihat pada kutipan berikut.
Tak seharusnya kita terpisah
Tak semestinya kita bertengkar
Karna diriku masih butuh kau
Maafkanlah sikapku
Lupakanlah salahku… itu
Selain itu penyair juga memilih kata yang menimbulkan kesan romantis. Perhatikan kutipan lirik berikut.
Terlalu bodoh untuk diriku
Menahan berat jutaan rindu
Apalagi menahan egoku
… …
Takkan kubiarkan kau menangis
Takkan kubiarkan kau terkikis
… …
Aku hanyalah orang yang penuh rasa cemburu
Bila kau tak disampingku
Penyair sangat memperhatikan urutan kata dalam lirik lagu “Bila Kau Tak Disampingku”. Ia menggunakakan kata “tak” untuk mengawali puisinya. Pada beberapa bagian juga dilakukan pengulangan kata untuk menegaskan maksud yang hendak disampaikan. Lebih jelasnya dapat dilihat pada kutipan berikut.
Tak seharusnya kita terpisah
Tak semestinya kita bertengkar
…….
Takkan kubiarkan kau menangis
Takkan kubiarkan kau terkikis
Penyair memilih kata-kata dengan mempertimbangkan daya sugesti dalam kata-kata tersebut. Daya sugesti yang dihadirkan penyair lewat lirik lagu “Bila Kau Tak Disampingku” adalah penyesalan penyair atas sikap kasarnya pada sang kekasih. Daya sugesti tersebut membuat pembaca seolah-olah diajak ikut bersimpati. Perhatikan kutipan berikut.
Maafkanlah semua sifat kasarku
Bukan maksudku ‘tuk melukaimu
Aku hanyalah orang yang penuh rasa cemburu