Rabu, 15 Februari 2017

KALIMAT PERSUASIF DAN MAKNA YANG TERSIRAT DALAM TEXT HP BARU

Kategori : Bahasa Indonesia - Teks negoisasikelas : SMA X

Oleh : Muhammad Adam Surya Raya


pembahasan:


kalimat persuasif adalah kalimat yang digunakan untuk memengaruhi pihak lain dengan bahasa yang tepat dan santun.kalimat persuasif pada teks HP Baru1) “Tapi, Yah ... semua teman Rani punya HP. Mereka dapat dengan mudah menelpon orang tuanya saat terpaksa pulang telat.”2) “Tak hanya itu, Yah ... Rani iri sama teman-teman Rani yang dapat dengan mudah mengunduh materi pembelajaran, ngirim tugas, bahkan berdiskusi untuk mengerjakan tugas-tugas tanpa harus keluar rumah,” kata Rani dengan kalimat yang runtut dan jelas. Kalimat yang sudah beberapa hari ia rancang untuk merayu Ayahnya.3) Iya Yah. Apalagi guru-guru sering menugaskan kami untuk mengirim tugas ke grup facebook atau mengunggah tugas di blog. 4) Kalau Rani punya HP kan enak. Bisa buat diskusi bareng teman-teman sekaligus dapat mengakses internet melalui HP.”

makna tersirat:

1)  Rani memaksa secara halus kepada ayahnya agar membelikan HP agar dapat memberitahu jika pulang terlambat.2) Rani memaksa secara halus kepada ayahnya dengan alasan-alasan yang telah disiapkan sebelumnya.3) Rani meyakinkan kepada ayahnya agar membelikan HP dengan tugas-tugas sekolah yang diberikan oleh guru-gurunya.4) Rani memaksa secara halus kepada ayahnya agar membelikan HP agar dapat berdiskusi dengan teman-temannya.



Rabu, 01 Februari 2017

RPP Bahasa Indonesia Mengidentifikasi Unsur Sastra Melayu

RPP Bahasa Indonesia Mengidentifikasi Unsur Sastra Melayu 
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )
  1. STANDAR KOMPETENSI
Membaca:
  • Memahami sastra Melayu Klasik

  1. KOMPETENSI DASAR
Mengidentifikasi karakteristik dan struktur unsur intrinsik sastra Melayu Klasik

  1. INDIKATOR
  • Mengidentifikasi karakteristik karya sastra Melayu Klasik
  • Menentukan struktur (unsur) karya sastra Melayu Klasik
  • Menulis secara ringkas isi sastra Melayu Klasik dengan bahasa sendiri ke dalam beberapa paragraph

  1. NILAI BUDAYA

  1. TUJUAN PENBELAJARAN
  • Siswa mampu mengidentifikasi karakteristik karya sastra Melayu Klasik
  • Siswa mampu menentukan struktur (unsur) karya sastra Melayu Klasik
  • Siswa mampu menulis secara ringkas isi sastra Melayu Klasik dengan bahasa sendiri ke dalam beberapa paragraf

  1. MATERI POKOK
Karya sastra Melayu Klasik
  • Ciri-ciri sastra Melayu Klasik
  • Unsur-unsur karya sastra Melayu Klasik (tema, alur, latar, penokohan dan amanat)
  • Ringkas isi karya sastra Melayu Klasik

Hikayat Si Miskin
Maharaja Angkasa Indera Dewa atau Betara Angkasa Indera Dewa turun dari Kayangan ke dunia bersama isterinya tanpa kebenaran Betara Guru, lantas disumpah menjadi sepasang suami isteri yang miskin melarat. Sebaik mendekati balai Istana Maharaja Indera Dewa di negeri Anta Beranta kerana ingin mengadap baginda, mereka dihalau dengan kayu dan batu. Terpaksa tinggal di pinggir hutan serta mencari sisa makanan dari timbunan sampah. Menemui sebiji ketupat basi dan sebuku tebu sebagai mengalas perut. Setiap hari apabila mereka mencari rezeki di mana- mana, nasib yang serupa menimpa, dihalau. Semua orang memanggil mereka Si Miskin.
Sebenarnya ketupat dan buku tebu itu ialah putera dan puteri Betara Karma Jaya yang turun ke dunia dalam bentuk demikian setelah dipuja oleh baginda, terjatuh ke dalam timbunan sampah.
Isteri Maharaja Angkasa Indera Dewa, Dewi Rencana hamil dan Maharaja Angkasa Indera Dewa menjadi semakin gusar dengan nasib mereka dan isterinya yang mengidam buah mempelam di taman Maharaja Indera Dewa. Perubahan sikap orang ramai terhadapnya menyebabkan ia mendapat banyak makanan dan buah –buahan. Namun, isterinya hanya idamkan buah mempelam di taman Maharaja Indera Dewa itu juga. Amat menghairankan apabila raja tersebut dengan senang hati memberi setangkai mempelam, kemudian pula sebiji nangka idaman isterinya.
Isteri Si Miskin melahirkan seorang anak lelaki yang terlalu elok rupanya, dinamakan Marakarma. Dia membawa keluarganya berpindah ke suatu tempat. Sedang ia menggali lubang untuk mendirikan tiang, ia bertemu harta karun; tajau berisi penuh kepingan emas. Dapatlah ia membeli segala keperluannya; kaus, payung, pedang, otar –otar, keris, pelana kuda, tongkat dan kain.
Ia pulang ke rumah lalu mandi berlimau. Kemudian dipangku anaknya sampai menyeru sekira anaknya keturunan dewa, hendaklah terjadi kota istana selengkapnya di dalam hutan itu. Takdir Allah, zahirlah sebuah Negara kota yang serba lengkap dengan segala menteri, hulubalang, rakyat dan raja –raja jajahan takluknya. Si Miskin menjadi raja bergelar Maharaja Indera Angkasa dan, isterinya bergelar Tuan Puteri Ratna Dewa dan Negara ciptaan itu bernama Puspa Sari. Baginda memperoleh seorang puteri pula, dinamakan Nila Kesuma. Maharaja Indera Dewa, raja Anta Beranta dengki dengan apa dimiliki oleh Maharaja Indera Angkasa, lalu menghasut ahli nukum supaya menyatakan kedua –dua anakdanya bakal membawa kecelakaan. Mempercayainya, Maharaja Indera Angkasa lantas menghalau mereka daripada istananya. Hanya berbekalkan tujuh biji ketupat, sebentuk cincin dan sebiji gemala, kanak –kanak dua beradik menuju ke hutan.
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………



  1. METODE PEMBELAJARAN
  • Penugasan
  • Diskusi
  • Tanya jawab
  1. KEGIATAN PEMBELAJARAN
KegiatanWaktu
Pendahuluan
1.      Mengucapkan salam
2.      Mengabsen siswa
3.      Guru menggali pengetahuan  awal mengenai karya sastra Melayu Klasik
4.      Guru menjelaskan kompetensi yang akan dicapai dan kegunaannya dalam kehidupan sehari-hari.
10 menit
Kegiatan inti
·         Eksploarasi
Membaca naskah sastra Melayu Klasik
·         Elaborasi
Mengidentifikasi karakteristik karya sastra Melayu Klasik
Mendiskusikan stuktur (unsure) karya sastra Melayu Klasik
·         Konfirmasi
Menulis secara ringkas isi karya sastra Melayu Klasik dengan bahasa sendiri ke dalam beberapa paragraf
60 menit
Kegiatan akhir
1.      Guru bersama siswa melakukan refleksi terhadap apa yang telah dipelajari, kesulitan yang ditemui
2.      Guru mrmberikan evaluasi mengenai indentifikasi dan ringkasan siswa
3.      Guru memberikan tugas lanjutan untuk menyunting karya sastra Melayu Klasik yang telah dibuat.
10 menit

  1. ALAT/ SUMBER/ BAHAN
  • Buku Teks kelas X
  • Internet


  1. PENILAIAN
  2. Teknik : tugas individu, tugas kelompok dan laporan
  3. Bentuk Instumen : uraian bebas
Bentuk Soal
  1. Identifikasilah karakteristik karya sastra Melayu Klasik!
  2. Tentukanlah stuktur (unsur) karya sastra Melayu klasik!
  3. Tulislah secara ringkas isi karya sastra Melayu Klasik!
Jawaban
  1. Bila kita mengidetifikasi hikayat Si Miskin kita akan banyak menemukan karakteristik dari cerita tersebut. Sesuai dengan asalnya, hikayat Si miskin banyak menggunakan bahasa Melayu Klasik yang memang sulit dicerna dalam proses membaca sekali duduk. Bahasa Arab pun sering dijumpai, misal: hatta, zahir dll. Selain itu waktu, tempat dan penulis tidak diketahui dengan pasti. Kejadian dalam cerita biasa bersifat istanasentris karena memang semua kejadian dalam cerita berada dalam wilayah kerajaan. Bila dilihat dari pemilihan kata, kata yang digunakan kurang tepat malah terkesan rancu kata yang satu dengan yang lain. Banyak cerita yang serba tiba-tiba, tidak diketahui asal mulanya atau pun akhirnya.

  1. Analisis unsur intrinsik karya sastra Melayu Klasik yang berjudul “Hikayat Si Miskin”:
  2. Tema : Kemanusiaan
  3. Alur : Maju
  4. Penokohan :
  • Betara Angkasa Indera Dewa : Si Miskin
  • Permaisuri Ratna Dewa             : Istri Si Miskin
  • Maharaja Indera Dewa : Raja Negeri Antah Berantah
  • Marakarma : Anak Si Miskin
  • Putri Nila Kesuma : Anak perempuan Si Miskin
  • Putri Cahaya Khairan : Isteri Marakarma
  • Raja Mengindera : Suami Puteri Nila Kesuma
  • Nenek Kebayan : Penolong
  1. Setting :
  • Tempat : Negeri Antah Berantah, laut
  • Waktu : –
  • Suasana : mencekam
  1. Gaya Bahasa :
  • Hiperbola
Hal ini dapat dibuktikan dalam, contoh: “…..melahirkan anak lelaki yang terlalu elok rupanya….”
  1. Sudut Pandang : Orang ketiga
  2. Amanat :
  • Bersabarlah dalam menghadapi cobaan
  • Jangan mudah percaya kepada orang lain
  1. Ringkasan Cerita Hikayat Si Miskin
Karena kutukan Batara Guru, Betara Angkasa Indera Dewa beserta istrinya jatuh  miskin, melarat, dan terlunta-lunta di Kerajaan Antah Berantah yang diperintah oleh Maharaja Indra Dewa. Setiap hari si Miskin mencari sisi-sisa makanan yang sudah dibuang orang di tempat-tempat sampah. Mereka berdua terpaksa tinggal dipinggir hutan karena penduduk tidak suka dengan keberadaannya. Semua  orang memanggilnya Si Miskin.
Ketika istri Betara Angkasa Indera Dewa hamil, Betara Angkasa Indera Dewa merasa gundah, karena istrinya mengidamkan buah mempelam (sejenis mangga) yang tumbuh di halaman istana raja. Dimintanya agar suaminya (si Miskin) meminta buah mempelam itu kepada raja. Mendekat kampung saja suaminya tidak berani, apalagi hendak menghadap raja minta buah mempelam itu. Istrinya memohon supaya suaminya mau meminta buah mempelam r. Karena kasihan kepada istrinya si Miskin mencoba meminta mempelam itu. Tiada disangka-sangka, raja sangat bermurah hati dan memberikan mempelam yang diminta si Miskin. Buah lain seperti nangka pun diberi raja. Penduduk kampung yang melihatnya jatuh kasihan dan bermurah hati memberi si Miskin kue dan juadah (kue basah). Mungkin berkat tuah anak.yang dikandung istrinya juga hal yang demikian itu terjadi.
Suatu hari, istri si Miskin melahirkan seorang putra yang sangat tampan. Anak itu diberi nama Marakermah yang artinya anak dalam penderitaan. Si Miskin membawa keluarganya pindah dari pinggir hutan. Ketika si Miskin menggali tanah untuk memancangkan  tiang atap tempat berteduh, didapatinya sebuah tajau (topi mahkota) yang  berhias emas. Dengan kehendak Allah, terjadilah sebuah kerajaan lengkap dengan alat, pegawai, pengawal, dan sebagainya di tempat itu. Si Miskin menjadi rajanya dengan  gelar Maharaja Indra Angkasa dan istrinya menjadi permaisuri dengan  nama Ratna Dewi. Kerajaan itu mereka namakan Puspa Sari. Pemerintahannya baik, rakyatnya aman, damai, makmur, dan sentosa. Tiada lama kemudian lahirlah pula adik Marakermah yang diberi nama Nila Kesuma. Bertambah mashurlah kerajaan Puspa Sari dan bertambah pula iri hati raja Negeri Antah Berantah.
Kemudian tersiar kabar, bahwa Maharaja Indra Angkasa mencari ahli nujum untuk mengetahui peruntungan kedua anaknya kelak. Kesempatan ini dipergunakan Maharaja Indra Dewa. Semua ahli nujum dikumpulkannya dan dihasutnya supaya mengatakan kepada Indra Angkasa bahwa Marakermah dan Nila Kesuma akan mendatangkan mala petaka dan akan menghancurkan kerajaan Puspa Sari. Semua ahli nujum mengatakan seperti yang dihasutkan oleh Maharaja Indra Dewa.
Mendengar kata-kata ahli nujum itu, Maharaja Indera Angkasa marah. Dia berniat membunuh Marakermah dan adiknya. Mengetahui hal itu Permaisuri Ratna Dewi menangis tersedu-sedu, memelas dan memohon kepada suaminya untuk tidak membunuh kedua anak mereka tetapi membiarkan kedua anaknya pergi. Mau tidak mau kedua anak itu pergi ke hutan.
Setelah tiga hari kergian Marakarma, kerajaan Puspa Sari terbakar habis, semuanya musnah. Dalam sesaat  Maharaja indera Angkara menjadi si Miskin. Dengan kejadian itu Maharaja Indera Angkasa sadar bahwa dia telah termakan fitnah.
Selama berkelana Marakarmah dengan adiknya Nila Kesuma memiliki banyak kenala yang memberikan kesaktian, salah satunya Raja Bujangga Indera. Suatu hari kedua kakak beradik tersebut terpisah dan naasnya ketika Marakarma masuk ke perkebuna jagung penduduk, dia tudih mencuri dan dupukuli hingga pingsan. Mengira Marakarma telah tewas, penduduk membuangnya ke Laut.Putri Nila Kesumayang tersesat ditemukan oleh Raja Mengindra Sari, putra mahkota kerajaan Palinggam Cahaya. Nila Kesuma dibawa ke istana, kemudian dipersunting raja Mangindra Sari, menjadi permaisurinya dengan gelar Putri Mayang Mengurai.
Marakermah dibawa arus dan terdampar didepan gua tempat tingga raksasa yang menculik Putri Raja Cina bernama Cahaya Khairani. Marakarma dikurung bersama Putri Cahaya Kirani. Mereka akan dijadikan santapan sang gergasi. Karena lapar, raksasa itu pergi mencari makan. Karena keterbatasan bahan makanan raksasa itu pergi jauh selama tiga bulan. Mengetahui hal tersebut Marakarma membuat ranjau untuk membunuh raksasa dengan membuat lubang yang berisi kayu tajam. Untuk memancing raksasa pulang ke gua, Marakarma membakar dedaunan kering. Raksasa tertipu dia pulang, dan menginjak lubang  ranjau yang telah dipersiapkan Marakarma.
Setelah bebas mereka menumpang kapal se rang saudagar yang menuju negeri Pelinggam Cahaya. Karena bobot raksasa yang dibawa Marakarman sangat berat, nahkoda menjatuhkan Marakarnan dan raksasanya ke laut dan puteri Cahaya Khairani ditawan.
Setelah jatuh ke laut, Marakarma dimakan Ikan Hiu. Tetapi nasib baik masih bersama Marakarma, ikan Hiu terdampar. Nenek Kebayan yang menemukan hiu tersebut diperintah oleh seekor elang agar membelah perut ikan hiu, lalu keluarlah Marakarma. Marakarma menceritakan semua yang dialaminya. Nenek Kebayan menjual seikat bunga pada Puteri Cahaya Khairani untuk membuka rahasia keberadaan suaminya, Marakarma. Dalam sebuah acara yang diadakan ayahanda Puteri Cahaya Khairan untuk berterimakasih pada nahkoda yang mengaku menyelamatkan puterinya. Dengan kesaktiannya, Marakarma muncul mencoba mmbongkar trik jahat nahkoda. Terjadilah pertempuran antara Marakarma dan nahkoda  yang berhasil dimenangkan oleh marakarma. Marakarma pun menemukan adiknya Nila Kesuma yang telah diperistri oleh Raja mengindera.
Kedua kakak beradik itu memutuskan pulang ke negeri Puspa Sari. Mereka berdua terkejut karena negerinya dulu telah runtuh. Mengetahui Marakarma dan adiknya masih hidup, Maharaja Indera Dewa raja negeri Antah Berantah menyerbu Puspa Sari. Terjadilah pertempuran antara raja negeri Antah Berantah dengan Marakarma. Dalam pertempuran itu Maharaja Indera Dewa dan puteri Nila Kesuma mati. Akhirnya Marakarma diangkat menjadi raja di negeri mertuanya

Model Bahan Ajar Menulis Puisi di SMA

Model Bahan Ajar Menulis Puisi di SMA
Berdasarkan hasil analisis lirik lagu grup band Sheila on 7 dalam album “Kisah Klasik untuk Masa Depan” maka dapat memberikan implikasi positif bagi pendidikan dan pengajaran. Adapun model bahan ajar menulis kreatif puisi di SMA berdasarkan hasil analisis lirik lagu grup band Sheila on 7 dalam album  “Kisah Klasik untuk Masa Depan” di atas dapat dijelaskan sebagai berikut.
Satuan Sekolah             : SMA
1) Standar Kompetensi : Menulis
8. Mengungkapkan pikiran, dan perasaan melalui kegiatan menulis puisi
2) Kompetensi Dasar       : Menulis puisi baru dengan memperhatikan bait, irama dan rima
3) Indikator                     :  Menganalisis unsur lahir puisi pada lirik lagu
Menganalisis unsur batin puisi pada lirik lagu
Menulis kreatif puisi dengan memperhatikan bait, irama dan rima
4) Tujuan Pembelajaran   : Siswa mampu menganalisis unsur lahir pada lirik lagu
Siswa dapat menganalisis unsur batin pada lirik lagu
Siswa mampu menulis kreatif puisi dengan memperhatikan bait, irama dan rima
5) Materi Pembelajaran      :
1.      Pengertian Puisi
Puisi adalah adalah ragam sastra yang berusaha mengungkapkan pemikiran, gagasan dan perasaan penyair dengan bahasa yang padat, indah dan imajinatif.
2.      Unsur Puisi
Sebuah puisi dibangun atas dua unsur yakni unsur lahir dan unsur batin. Beberapa ahli menyebut unsur lahir  sebagai metode puisi dan unsur batin sebagai hakikat puisi. Lebih jelasnya kita akan bahas dalam uraian berikut.
a)      Unsur Lahir (Metode Puisi)
Unsur lahir puisi adalah struktur fisik atau struktur luar dari puisi.. Unsur lahir yakni unsur estetik yang membangun struktur luar dari puisi. Unsur-unsur tersebut yakni:
1.      diksi (diction)
2.      imaji (imagery)
3.      kata nyata (the concrete word)
4.      majas (figurative language)
5.      ritme dan rima (rhythm and rime)
b)      Unsur Batin (Hakikat Puisi)
Unsur puisi berikutnya setelah unsur lahir adalah unsur batin. Unsur batin puisi adalah medium untuk mengungkapkan makna yang hendak penyair sampaikan.
Waluyo (1987: 106) menyebut “Ada empat unsur hakikat puisi, yakni: tema (sense), perasaan penyair (feeling), nada atau sikap penyair terhadap pembaca (tone) dan amanat (intention).”

3.      Menulis Kreatif Puisi
Kurniawan dan Sutardi (2012: 39) mengungkapkan “Proses  kreatif menulis puisi terdiri atas empat tahap, yaitu, penentuan ide, pengendapan, penulisan, serta editing dan revisi.” Empat proses tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut.
a)   Pencarian Ide
Pada tahap ini penyair mencari ide/insprirasi untuk puisi yang akan ditulisnya. Ide itu bisa berasal dari pengalaman batin pribadi penulis seperti kegundahan, kekecewaan, kebahagian, dan lain sebagainya. Bisa juga berasal dari pengalaman orang lain atau berdasar peristiwa/kejadian yang menggugah, misal bencana alam. Salah satu kiat untuk mendapatkan ide adalah dengan sering membaca buku, berjalan-jalan melihat sekitar, menonton pertunjukan, drama, film, atau berdiskusi dengan orang lain.
b)   Pengendapan atau Perenungan
Langkah berikutnya setelah ide didapatkan adalah dengan merenungkan atau mengendapkan ide tersebut. Pengendapan ini penting agar ide itu benar-benar matang. Proses pengendapan antara lain dilakukan dengan berkontemplasi dengan mengajukan berbagai pertanyaan. Misal, hendak dibawa kemana ide ini? Bagaimana penyajian kata-katanya? Bagaimana teknik penulisannya? Pertanyaan itu direnungkan baik-baik dan dicari jawabanya oleh diri sendiri.
c)        Penulisan
Apabila ide itu sudah diendapkan  maka saatnya dituliskan. Sebaiknya tidak ditunda-tunda, tulis apa yang ada dalam benak, jangan dulu direvisi. Biarkan tulisan itu mengalir. Jika buntu atau macet, maka berhentilah terlebih dahulu, istirahatkan pikiran, cari kegiatan yang bisa membuat pikiran lebih segar. Setelah pikiran segar, aktivitas menulis dilanjutkan.
d)  Editing dan Revisi
Apabila sebuah puisi telah selesai ditulis, maka tahap berikutnya adalah melakukan editing dan revisi. Baca ulang puisi yang dibuat. Editing behubungan dengan aspek bahasa,  dan tata  tulis, sedangkan revisi berkaitan dengan isi dan substansi puisi.

Berikut lirik lagu Sheila on 7 Berjudul “Bila Kau Tak Disampingku” untuk dijadikan contoh menulis kreatif puisi dengan memperhatikan bait, tema, dan irama.
Bila Kau Tak Disampingku
Eross
Tak seharusnya kita terpisah
Tak semestinya kita bertengkar
Karna diriku masih butuh kau
Maafkanlah sikapku
Lupakanlah salahku… itu
Terlalu bodoh untuk diriku
Menahan berat jutaan rindu
Apalagi menahan egoku
Maafkanlah sikapku
Lupakanlah salahku…
Luapkan kepadaku…

Takkan kubiarkan kau menangis
Takkan kubiarkan kau terkikis
Terluka perasaan oleh semua ucapanku
Maafkanlah semua sifat kasarku
Bukan maksudku ‘tuk melukaimu
Aku hanyalah orang yang penuh rasa cemburu
Bila kau tak disampingku


Marilah kita analisis lirik lagu tersebut.
1)        Berdasarkan Unsur Lahir Puisi
(1)   Diksi
Penyair memilih kata yang akan digunakan untuk menuangkan pikiran dan perasaannaya dengan secermat mungkin agar puisi yang dihasilkan dapat mewakili makna batin yang ingin diungkapkannya.
Perbendaharaan kata dalam lirik lagu ini cukup sederhana. Penyair memilih kata untuk mengungkapkan pesan yang hendak yang disampaikannnya dengan cermat. Hal tersebut dapat dilihat pada kutipan berikut.
Tak seharusnya kita terpisah
Tak semestinya kita bertengkar
Karna diriku masih butuh kau
Maafkanlah sikapku
Lupakanlah salahku… itu

Selain itu penyair juga memilih kata yang menimbulkan kesan romantis. Perhatikan kutipan lirik berikut.
Terlalu bodoh untuk diriku
Menahan berat jutaan rindu
Apalagi menahan egoku
… …
Takkan kubiarkan kau menangis
Takkan kubiarkan kau terkikis
… …
Aku hanyalah orang yang penuh rasa cemburu
Bila kau tak disampingku

Penyair sangat memperhatikan urutan kata dalam lirik lagu “Bila Kau Tak Disampingku”. Ia menggunakakan kata “tak” untuk mengawali puisinya. Pada beberapa bagian juga dilakukan pengulangan kata untuk menegaskan maksud yang hendak disampaikan. Lebih jelasnya dapat dilihat pada kutipan berikut.
Tak seharusnya kita terpisah
Tak semestinya kita bertengkar
…….
Takkan kubiarkan kau menangis
Takkan kubiarkan kau terkikis

Penyair memilih kata-kata dengan mempertimbangkan daya sugesti dalam kata-kata tersebut. Daya sugesti yang dihadirkan penyair lewat lirik lagu “Bila Kau Tak Disampingku” adalah penyesalan penyair atas sikap kasarnya pada sang kekasih. Daya sugesti tersebut membuat pembaca seolah-olah diajak ikut bersimpati. Perhatikan kutipan berikut.
Maafkanlah semua sifat kasarku
Bukan maksudku ‘tuk melukaimu
Aku hanyalah orang yang penuh rasa cemburu

Teks Laporan Hasil Observasi


Teks Laporan Hasil Observasi


Tas
Teks Laporan Hasil Observasi

Rangkuman Materi Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas 10 SMK / SMA Kurikulum 2013
Teks Laporan Hasil Observasi
Teks Laporan Hasil Observasi termasuk dalam materi Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas 10 SMK / SMA Kurikulum 2013, utamanya Bab 1 Gemar Meneroka Alam Semesta.
Teks Laporan
A. Pengertian Teks Laporan
Teks laporan juga biasa disebut teks klarifikasi karena teks tersebut memuat klarifikasi mengenai jenis-jenis sesuatu berdasarkan kriteria tertentu. Teks laporan bersifat global dan universal. Sedangan teks deskripsi bersifat individual dan detail.
Jenis teks laporan
Secara umum sebenarnya teks laporan terdiri dari bebera jenis, antara lain:
1. Teks laporan hasil observasi (penelitian)
2. Teks laporan perjalanan
3. Teks laporan kegiatan
4. Teks laporan peristiwa (kejadian)
B. Struktur Teks laporan
Teks laporan terdiri dari : a. Pernyataan umum atau klasifikasi
b. Anggota atau aspek yang dilaporkan
Tahap pernyataan umum atau klasifikasi merupakan selayak pembuka atau pengantar pada hal yang akan dilaporkan.
C. Ciri Kebahasaan Teks Laporan
Ciri kebahasaan atau fitur kebahasaan teks laporan antara lain:
1. Terdapat kata sandang (artikula)
Kata sandang (artikula) merupakan kata penentu yang biasanya digunakan untuk mengawali kata benda atau kelompok kata benda. Contohnya sebuah, suatu, sebagian, dll.
Contoh dalam kalimat: a. Sebuah rumah hanyut disapu banjir.
b. Sebagian orang merasa ragu apakah ia bisa sukses atau tidak.
2. Terdapat Kata Sambung (Konjungsi)
Kata sambung atau konjungsi adalah kata yang dipakai untuk merangkaikan dua kalimat atau lebih, contoh dan, tetapi, setelah, karena, apabila.
Contoh dalam kalimat: a. Anita dan Febri pergi memancing ke sungai.
b. Ia ingin mudik tetapi tidak punya uang.
c. Contoh teks laporan hasil observasi
Berikut adalah contoh teks laporan hasil observasi yang dianggit dari buku Bahasa Indonesia Ekspresi diri dan akademik dengan penyesuaian
Makhluk di Bumi Ini
Benda di bumi (dunia) dapat dikelompokan berdasarkan persamaan dan perbedaannya. Dengan pengelompokan ini, benda-benda dapat lebih mudah dipelajari.
Secara umum benda diklasifikasi menjadi dua kelompok bersar, yakni benda mati dan benda hidup. Benda mati disebut makhluk mati, benda hidup disebut makhluk hidup. Makhluk hidup punya cirri dapat bernafas, bernyawa, tumbuh, berkembang, memiliki keturunan. Sementara benda mati adalah kebalikan dari hal tersebut.
Makhluk (benda) hidup dikelompokan lagi menjadi manusia, binatang dan tumbuhan. Pengelompokan ini dilakukan karena ada perbedaan dari makhluk hidup tersebut. Masing-masing makhluk hidup tersebut juga terus dikelompokan. Misal bintang dikelompokan menjadi vertebrate dan avertrebrata. Tumbuha dibedakan menjadi tumbuhan berakar tunggal dan serabut, dll.
d. Tugas Teks Laporan Hasil Observasi
1. Lakukanlah observasi
2. Tulisakan laporan hasil observasi tersebut
3. Analisis struktur dan cirri kebahasaan teks tersebut
Bersambung. Dianggit dengan penyesuaian dari buku Bahasa Indonesia Ekspresi diri dan akademik. Ditulis ulang oleh Vera Rosalinda dan Kusniati. Demikian Teks Laporan Hasil Observasi

Teks Anekdot

Teks Anekdot

Teks anekdot ini termasuk materi Pelajaran bahasa indonesia kelas 10 SMA SMK

Pengertian teks anekdot
Teks anekdot (menurut buku bahasa Indonesia ekspresi diri dan akademik) merupakan teks yang berisi cerita singkat yang menarik karena lucu dan mengesankan, biasanya mengenai orang penting atau terkenal berdasarkan kejadian yang sebenarnya.
Meski demikian setelah diselisik lebih lanjut nyatanya pelaku anekdot tidaklah harus orang terkenal, tikak juga harus kisah nyata.
Perbedaan komedi dan anekdot adalah bahwa dalam anekdot ada kekonyolan dan kejengkelan.

Struktur teks anekdot
Kalau kita merujuk buku yang tadi saya sebutkan di atas, struktur anekdot terdiri dari lima, yakni:
1.       Abstraksi
Abstraksi merupakan pembuka, memberikan gambaran awal cerita

2.       Orientasi
Orientasi berfungsi membangun konteks cerita

3.       Krisis
Krisis tak lain adalah puncak atau inti masalah

4.       Reaksi
Reaksi adalah tanggapan terhadap krisis

5.       Koda
Koda adalah simpulan. Ada yang menyebutkan juga sebagai perubahan nasib


Ciri kebahasaan teks anekdot
Berikut merupakan ciri kebahasaan teks anekdot:
1.       Terdapat kata benda (nomina)
2.       Adanya partisipan (tokoh/orang) yang terlibat dalam cerita
3.       Terdapat kalimat sindiran atau bisa juga kalimat yang menunjukan kekonyolan
4.       Terdapat antonim (lawan kata)
5.       Terdapat konjungsi (kata hubung) terutama maka dan lalu

Contoh teks anekdot

Berikut contoh teks anekdot

Suatu pagi, waktu menunjukan pukul 7.15. Bel sekolah SMA Anak Indonesia berbunyi. Anak-anak masuk. Pintu gerbang ditutup satpam gagah, pak Jumono. Kumis baplangnya menambah keangkeran diri.
Tepat ketika ia menutu pintu gerbang, seorang murid tergopong, berteriak. Tolong tolong! Jangan ditutup dulu pak!
“walah, sudah telat, maaf!”
Pak jumono menutup gerbang. Murid itu, Ito tak habis akal.
“Ayolah pak. Cuma sebentar ini! Saya tadi habis bantu ibu. Iadi telat”
“Apa iya?”
“Iya pak.”
“Aghhh. Tetap saja. Telat mah telat”
“Ayolah pak, “ Ito kembali merayu, kini ia keluarkan sesuatu, senjata ampuh.
“Masuk deh, jangan bilang siapa-siapa ya” ucap pak satpam sembari mengambil 2 batang rokok dan uang 5 ribu dari Ito.
“Oya, tadi kamu bilang habis bantu mama, bantu apa?”
“Bantu mama tambah pusing mikirin uanh. Soalnya tadi habis UNIKO (usaha nipu kolot), bilang ada uang buku 20.000,” hehe. Ucap Ito sambil berlari masuk ke sekolah.
“Ah dasar satpam UUD, ujung-ujungnya duit” ucap ito.
Dari kejauhan ternyata ada yang memerhatikan, Ani. Ia geleng-geleng kepala.
“Uh, bakal jadi apa negeri ini ya. Itu potret kecil dari bangsa ini. Jangan-jangn sudah jadi negeri para bedebah. Kalau sudah gitu, negeri ini di ujung tanduk. Olala. Awas saja kalian berdua!” ucap Bu Ani yang tak lain adalah kepsek SMU Anak Indonesia.

Tugas / latihan teks anekdot
1.       Analisis struktur teks anekdot contoh anekdot di atas!
2.       Analisis ciri kebahasaan teks tersebut!

Referensi Buku Bahasa Indonesia Ekspresi diri dan Akademik, Kemendikbud RI
Demikianlah sekilas materi pelajaran bahasa indonesia kelas 10 SMA SMK teks anekdot